Doa Iftitah Dalam Sholat Yang Sering Dibaca

Kategori │doa

Doa iftitah hukumnya sunah dalam sholat. Namun begitu, kita tidak boleh menganggap enteng amalan sunah. Kalo kita mengerjakannya kita mendapat tambahan pahala. Akan tetapi jika kita meninggalkannya maka tidak berdosa namun kita rugi. Mengapa? Sebab ada peluang pahala dari perbuatan amal sholeh yang bisa kita raih, namun hilang begitu saja. Kemudian muncul pertanyaan. Bagaimana bacaannya? Teman-teman yang berbahagia. Di sini saya akan berbagi tentang doa iftitah. Bacaan ini dibaca setelah melakukan takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al Fatihah, hanya pada rakaat pertama saja.

Doa iftitah yakni :

Doa Iftitah Dalam Sholat


Allaahumma baa'id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal-masyriqi wa maghrib. Allaahumma naqinii min khataayaaya kamaa yunaqats tsaubul-abyadhu minad-danas. Allaahumaghsilnii min khathaayaaya bil-maa'i wats-tsalji wal-barad.

Artinya :
“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan- kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan air es”.

Sedari kecil kita melaksanakan ibadah sholat. Barangkali bila kita kurang lancar membacanya, maka dengan sering membaca lama-lama akan semakin bagus. Hafalan kita pun juga semakin kuat. Apabila kita tidak bisa berbahasa Arab, dengan kita membaca artinya, kita akan tahu maksudnya. Di dalam doa iftitah tersebut, ada sebuah doa agar kita dijauhkan dari kesalahan sebagaimana antara timur dan barat. Dosa kita dibersihkan seperti kain yang putih. Dengan memahami maksudnya, tentu saja memudahkan untuk khusyu tatkala kita shalat. Demikian artikel ini semoga bermanfaat bagi para pembaca dan teman-teman.




  • Zikir Ini Sangat Utama Sekali

    Kategori │kajian

    Mungkin diantara kita sering mendengar tausyiah atan nasihat dari para ustadz atau ulama tentang pentingnya berdzikir kepada Allah Swt. Berzikir atau mengingat Allah Swt. adalah sesuatu yang selalu ditekan untuk dilaksanakan tiap kaum muslimin. Salah satu cara berzikir yakni dengan melafazkan secara lisan kalimah-kalimah tertentu. Banyak macamnya. Ada subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, dan Laa ilaaha illallah, serta masih banyak lagi. Muncul pula pertanyaan begini : Zikir apa yang paling utama? Memang semua kalimat zikir bagus semua. Namun, menurut sebuah hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan HR. Tirmidzi, zikir yang paling utama adalah sebagai berikut :

    Zikir Ini Paling Utama Sekali

    laa ilaha illallah
    Artinya :
    "tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah".

    Bunyi haditsnya secara lengkap yaitu :
    Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi)
    Kalimat tersebut sering disebut bacaan tahlil. Kita setiap hari pun sering sekali mendengarnya. Ketika azan dikumandangkan dengan indahnya, maka di kalimat akhirnya ialah bacaan tahlil. Seseorang yang mengucapkannya hendaknya disertai dari hati yang ikhlas. Sehingga pengaruhnya sampai ke dalam perilaku di kehidupan sehari-hari.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/02/bacaan-zikir-paling-utama-dan-dahsyat.html