Siapa Saja Mahram dari Kita

Kategori │kajian

Siapa Saja Mahram dari Kita

Membahas tentang masalah mahram memang sesuatu yang penting. Terutama sekali mereka yang sudah menginjak usia remaja dan hendak memasuki usia pernikahan. Mengapa demikian? Seseorang yang hendak menikah ia mesti tahu siapa saja orang yang boleh dinikahi dan yang tidak boleh untuk dinikahi. Nah, untuk orang-orang yang haram (tidak boleh) dinikahi ini disebut mahram. Ada yang tidak boleh dinikahi selamanya. Namun, ada pula yang diharamkan dinikahi pada kondisi tertentu saja. Bila kondisi ini hilang, maka status larangannya berubah. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan kita terhadap perintah Allah Swt. dan juga Rasulullah Saw. Dalam pernikahan tentu kita menginginkan kebahagiaan. Sedang, Allah Swt. yang memiliki kebahagiaan itu. Nah, wanita yang termasuk mahram yakni :
1. karena hubungan nasab:
- Ibu, nenek, buyut perempuan dan seterusnya ke atas.
- Anak perempuan, cucu perempuan, dan seterusnya ke bawah.
- Saudara perempuan, baik saudari kandung, sebapak, atau seibu.
- Bibi dari jalur bapak.
- Bibi dari jalur ibu.
- Keponakan perempuan dari saudara perempuan dan keturunannya ke bawah.
- Keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan keturunannya ke bawah.

2. Karena sepersusuan :
- Wanita yang menyusui dan ibunya.
- Anak perempuan dari wanita yang menyusui (saudara persusuan).
- Saudara perempuan dari wanita yang menyusui (bibi persusuan).
- Anak perempuan dari anak perempuan dari wanita yang menysusui (anak dari saudara persusuan).
- Ibu dari suami dari wanita yang menyusui.
- Saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
- Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusui (anak dari saudara persusuan).
- Anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
- Istri lain dari suami dari wanita yang menyusui.

3. karena hubungan pernikahan :
- Mahram karena pernikahan.
- Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas.
- Istri anak (menantu), istri cucu dan seterusnya ke bawah.
- Anak perempuan istri dari suami lain (anak tiri).
- Ibu mertua, ibunya (nenek) dan seterusnya ke atas.
- Cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib (anak lelaki istri dari suami lain).

Semoga artikel tersebut bermanfaat dan meningkatkan khazanah keilmuan kita.
https://poskajian.blogspot.com/2018/02/siapa-saja-mahram-saya.html



  • Perbedaan Hadas dan Najis Serta Cara Mensucikannya

    Kategori │kajian

    Perbedaan Hadas dan Najis

    Perbedaan hadas dan najis menurut salaf. Para ulama salaf dan khalaf selalu menerangkan tentang thaharah atau bersuci dalam tiap kajian mereka. Bahkan dalam banyak kitab fiqh, bab thaharah selalu diletakkan di paling awal. Hal ini menandakan bahwa masalah tersebut sangat penting. Maklumlah, karena ibadah yang utama seperti shalat mensyaratkan seseorang itu haris bersih dari najis maupun hadas.

    Kemudian timbullah satu pertanyaan tentang perbedaan hadas dan najis. Di dalam buku pelajaran anak sekolah sudah sering dibahas mengenai pengertianya masing-masing. Sekaligus juga tentang bagaimana cara mensucikannya juga telah dirinci sampai detail. Meskipun demikian, masih ada bahkan banyak yang bingung kalau disuruh menyebutkan perbedaan hadas dan najis. Sedikit membantu untuk mereka yang membutuhkan pengetahuan agama Islam, khususnya tentang masalah hadas dan najis ini, berikut perbedaan pokoknya :
    1. Secara bendanya atau keterlihatan oleh mata manusia.
    Hadas = tidak terlihat
    Najis = terlihat

    2. Cara membersihkannya.
    Hadas = mandi besar dan tayamum (bila tak ada air)
    Najis = membersihkan hingga hilang zatnya (rasa, bau, warnanya)

    3. Tentang membatalkan wudhu
    Hadas = adanya membatalkan wudhu
    Najis = adanya tidak membatalkan wudhu.

    Nah, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi penambah wawasan Ke-Islaman kita.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/06/perbedaan-hadas-dan-najis-dan-cara-mensucikannya.html




  • Zikir Ini Sangat Utama Sekali

    Kategori │kajian

    Mungkin diantara kita sering mendengar tausyiah atan nasihat dari para ustadz atau ulama tentang pentingnya berdzikir kepada Allah Swt. Berzikir atau mengingat Allah Swt. adalah sesuatu yang selalu ditekan untuk dilaksanakan tiap kaum muslimin. Salah satu cara berzikir yakni dengan melafazkan secara lisan kalimah-kalimah tertentu. Banyak macamnya. Ada subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, dan Laa ilaaha illallah, serta masih banyak lagi. Muncul pula pertanyaan begini : Zikir apa yang paling utama? Memang semua kalimat zikir bagus semua. Namun, menurut sebuah hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan HR. Tirmidzi, zikir yang paling utama adalah sebagai berikut :

    Zikir Ini Paling Utama Sekali

    laa ilaha illallah
    Artinya :
    "tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah".

    Bunyi haditsnya secara lengkap yaitu :
    Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi)
    Kalimat tersebut sering disebut bacaan tahlil. Kita setiap hari pun sering sekali mendengarnya. Ketika azan dikumandangkan dengan indahnya, maka di kalimat akhirnya ialah bacaan tahlil. Seseorang yang mengucapkannya hendaknya disertai dari hati yang ikhlas. Sehingga pengaruhnya sampai ke dalam perilaku di kehidupan sehari-hari.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/02/bacaan-zikir-paling-utama-dan-dahsyat.html



  • Inilah 5 Nabi dan Rasul yang Bergelar Ulul Azmi

    Kategori │kajian

    Diantara para nabi dan rasul ada yang memiliki keteguhan yang luar biasa. Kesabarannya tak tertandingi. Sungguh mereka adalah manusia yang mulia di muka bumi. Sebagaimana Surat Al Ahqal ayat 35 berikut:

     Surat Al Ahqal ayat 35

    Artinya :
    "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik."

    Adapun para rasul yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ada lima rasul sebagai berikut.

    (1) Nabi Nuh a.s.
    (2) Nabi Ibrahim a.s.
    (3) Nabi Musa a.s.
    (4) Nabi Isa a.s.
    (5) Nabi Muhammad saw.

    Setiap nabi dan Rasul yang bergelar Ulul Azmi memiliki kisah hidup utama yang dapat dijadikan teladan bagi setiap muslim. Misal, kegigihan Nabi Nuh a.s. yang berdakwah kepada kaumnya, ketegaran Nabi Ibrahim a.s. saat mendapat perintah Allah Swt., Keteguhan Nabi Musa a.s. yang memimpin Bani Israel, Kelembutan Nabi Isa a.s., dan teladan agung Rasulullah Muhammad saw. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.