Doa Sujud Tilawah Lengkap Dengan Artinya

doa

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Rutinitas harian tiap insan memang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Sebagian waktu digunakan untuk belajar, ada yang dipakai untuk mencari nafkah atau bekerja, ada yang dipakai untuk mengurusi keluarga, dan lain sebagainya. Semua kegiatan rutin memang sudah menjadi makanan harian. Meski ada di hari-hari tertentu ritme atau bentuk kegiatan rutinitas itu berbeda atau berubah dari pada hari yang biasanya. Tetap saja hidup selalu diisi dengan aneka rutinitas.

Di samping berbagai rutinitas kehidupan itu, mestinya pula kita tidak boleh sampai mengesampingkan ibadah. Jangan sampai dengan begitu sibuknya rutinitas harian tersebut sampai melupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah subhanahu wa ta'ala. Banyak sekali bentuk ibadah itu. Dari shalat, zakat, puasa, haji, umrah, sedekah, wakaf, sedekah, menolong orang miskin, dan lain sebagainya. Salah satu bentuk ibadah itu ialah membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Orang sering menyebutnya sebagai kegiatan tadarus.

Di dalam Al-Quran itu terdapat seratus empat belas surat. Jumlah ayatnya lebih dari enam ribu. Ketika kita membacanya maka kita akan mendapat banyak pahala dari Allah. Maka sangat dianjurkan untuk selalu menjadwalkan diri dalam tiap hari ada waktu untuk membacanya. Kami yakin, diantara hari-hari kita itu ada waktu yang luang. Waktu yang dimana tidak dipakai untuk kegiatan rutinitas harian. Bila kita memang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, atau yang lainnya. Maka mendisiplinkan diri menjadi hal yang mesti dilakukan.

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang disebut sebagai ayat sajdah atau ayat sajadah. Ada lima belas ayat yang termasuk di dalamnya. Berikut ini daftar lengkap ayatnya.
1. Surat Al-'Araf ayat 206.
2. Surat Ar-Ra'd Ayat 15.
3. Surat An-Nahl Ayat 50.
4. Surat Al-Isra' Ayat 109.
5. Surat Maryam Ayat 58.
6. Surat Al-Hajj Ayat 18.
7. Surat Al-Hajj Ayat 77.
8. Surat Al-Furqan Ayat 60.
9. Surat An-Naml Ayat 26.
10. Surat As-Sajdah ayat 15.
11. Surat Shad Ayat 24.
12. Surat Fussilat Ayat 38.
13. Surat An-Najm Ayat 62.
14. Surat Al-Insyiqaq Ayat 21.
15. Surat Al-'Alaq Ayat 19.

Tatkala kita membaca Al-Quran dan kemudian bertemu dengan ayat-ayat di atas maka ada hal yang disunahkan untuk melakukannya. Tiap orang yang membaca ayat sajdah maka disunahkan untuk melakukan sujud tilawah. Gerakan sujudnya persis ketika kita sujud di dalam shalat wajib yang biasa kita lakukan itu. Yakni dengan posisi kepala lebih rendah dari pada perut, dahi ditempelkan ke lantai, kedua telapak tangan diletakkan di lantai, kedua lengan diangkat sehingga jauh dari perut, lutut juga ditempelkan di lantai dan ujung dua kaki menyentuh lantai. Begitulah caranya.

Sujud ini bisa dikerjakan saat di dalam shalat atau di luar shalat. Maksudnya begini. Tatkala kita shalat dan membaca ayat-ayat al-Quran yang ada ayat sajdahnya maka kita tetap bisa melakukan sujud tilawah. Namun, ketika di dalam shalat berjamaah saat kita menjadi seorang imam maka alangkah baiknya memberitahukan terlebih dahulu kepada para jamaah. Mengapa demikian? Sebab sangat mungkin diantara para jamaah yang ikut shalat itu tidak atau belum mengetahui tentang sujud tilawah secara umum atau sudah tahu tentang sujud tilawah tetapi tidak mengetahui bagaimana melakukannya saat sedang shalat. Sikap bijak kita akan sangat bermanfaat bagi para jamaah. Bilamana tidak disampaikan seperti itu kepada jamaah. Lantas seorang imam langsung saja shalat dan di kala setelah membaca Surat al-Fatihah lalu membaca ayat yang ada sujud tilawah kemudian langsung melakukan sujud tilawah. Pada saat yang sama para makmum ada yang bingung. Ada pertanyaan di dalam hati mereka, " ini kok belum rukuk malah sudah langsung sujud, apa sang imam lupa ya? " Gelisah dan tidak khusyu jadinya. Tentu hal ini tidak kita inginkan.

Di samping mengetahui tata cara mengerjakan sujud tilawah. Kita pun perlu mengetahui bacaannya juga. Maksud kami adalah doa saat melakukan sujud tilawah. Karena hal ini pun juga sama pentingnya dengan gerakannya. Baiklah, mari kita simak bacaan doanya berikut ini:

PERTAMA
doa sujud tilawah

Latinnya :
SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM'AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWWATIH.
Artinya :
Bersujud wajahku kepada Dzat yang menciptakannya, yang membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.

atau bisa membaca yang KEDUA :
doa sujud tilawah latin dan artinya

Latinnya :
SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM'AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWWATIH. FA TABAARAKALLAAHU AHSANUL KHAALIQIIN.
Artinya :
Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya, Maha suci Allah sebaik-baik Pencipta.

Bacaannya tidak panjang. Mudah untuk dihafalkan. Dalam isi doa tersebut kita mengakui kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala. Dialah yang menciptakan pendengaran dan penglihatan. Tidak ada kekuatan terkecuali dari pertolongan Allah. Dengan membaca doa ini maka tidak hanya gerakannya saja yang kita amalkan. Tetapi doanya pun kita telah amalkan. Luar biasa tentu pahala yang kita dapatkan nantinya. Semoga apa yang kami tuliskan ini akan bermanfaat kepada teman-teman pembaca semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
https://poskajian.blogspot.com/2019/07/doa-sujud-tilawah-lengkap-latin-artinya.html



  • Doa Turun Hujan Lengkap Latin Artinya

    doa

    Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabar baik teman-teman semuanya. Kita bertemu lagi dalam kesempatan yang baik ini. Kebetulan pada saat artikel ini ditulis kita sedang dalam kondisi musim penghujan. Bisa dikatakan tiap hari atau setidaknya dalam tiga hari pasti ada hujan yang turun. Entah deras atau hanya sekedar gerimis saja. Hujan sudah seperti rutinitas harian yang kita temui.

    Adanya hujan memang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya oleh banyak orang. Khususnya para petani yang lahannya menggantungkan kepadanya pengairan dari air hujan. Atau sering disebut lahan atau sawah tadah hujan. Tanpa hujan yang turun dari langit maka sulit dan bahkan tidak bisa dilakukan pekerjaan menanam padi atau tanaman lainnya. Berhentinya kegiatan menanam ini tentu akan berpengaruh kepada mata pencaharian para petani.

    Kalan hujan sudah turun dan airnya membasahi bumi. Maka bergembiralah wajah para petani ini. Mereka mendapatkan nikmat yang sangat diinginkannya. Kita pun juga turut bergembira dengan keadaan hal itu. Turut bersyukur atas nikmat tersebut. Kita pun juga semestinya mengamalkan adab ketika adanya hujan. Salah satunya yakni membaca doa saat turun hujan. Mengenai lafazhnya adalah
    doa turun hujan

    Latinnya :
    ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAFI'AN.
    Artinya :
    "Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat ".

    Cukup pendek doa ini. Saya kira teman-teman semua akan sangat mudah untuk menghafalkannya. Untuk selanjutnya, tentu kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang paling penting sebetulnya. Dengan amal maka ilmu itu akan semakin bermanfaat. Dalam lafazh doa turun hujan di atas, kita bermohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar dikaruniakan hujan yang memberi manfaat kepada penduduk bumi ini. Hujan yang memberi manfaat itulah yang kita semua harapkan. Bukan hujan yang mengakibatkan bencana atau musibah. Hujan yang memberikan kecukupan akan kebutuhan air bagi manusia. Jauh dari bencana atau musibah akibat turunnya hujan itu. Kebutuhan akan air sangatlah penting bagi manusia. Ia termasuk hal yang amat pokok.

    Sebetulnya, tidak hanya petani saja yang berbahagia terhadap turunnya hujan itu. Tetapi semua manusia pada umumnya, dari berbagai profesi yang lainnya pun akan merasakan betapa pentingnya hujan turun. Dengan turunnya hujan maka suasana yang begitu panas suhunya berubah menjadi dingin. Beberapa tempat yang di kala kemarau sulit untuk mendapatkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya pun dapat terpenuhi dengan baik. Untuk minum es yang segar kita butuh akan air bersih itu. Teman-teman tentu bisa membayangkan bagaimana keadaanya bila kekurangan atau ketiadaan air ini. Begitu berat dan susahnya bila tiada air yang bersih.

    Adanya hujan maka hendaknya tidak dicerca atau dicaci keadaan tersebut. Karena pernah kami mendengar orang yang tidak suka ketika hujan mulai turun. Orang tersebut merasa susah karena kurang nyaman ketika bepergian ke tempat yang mereka tuju. Misalnya ia harus memakai jas hujan atau payung ketika berjalan di luar rumah. Bila naik sepeda motor mesti mengenakan mantol atau jas hujan. Perjalanan terasa terganggu. Tetapi, pada hakikatnya hujan tetaplah banyak sekali manfaatnya. Maka kita mesti banyak berdoa ketika hujan sudah turun. Baik itu lebat maupun tidak. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.



  • Doa I'tidal Dalam Shalat

    doa

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tiap kali mengerjakan ibadah shalat kita mesti membaca doa itidal dengan khusyuk. Baik itu shalat yang wajib maupun yang sunah. Sebelum kita membahasnya lebih jauh. Boleh kan kami ceritakan sedikit tentang kondisi udara saat kami tulis artikel ini. Sebelum subuh memang udaranya lumayan dingin. Seperti yang kami rasakan saat ini. Hampir belum pernah kalau waktu sebelum subuh itu udaraya panas atau hangat. Tetap saja dingin. Entah itu di musim penghujan maupun kemarau. Kebanyakan manusia memang memulai aktivitas kehidupannya dari waktu shalat subuh ini. Mereka yang bekerja di daerah perkotaan tidak jarang berangkat bekerjanya saat sudah selesai melaksanakan shalat subuh. Terkadang malah ada juga yang kurang dari itu berangkat kerjanya. Pada pukul dua atau tiga dini hari ada yang sudah mulai berangkat beraktivitas. Kita lihat seorang pedagang sayur yang berjualan di pasar tradisional.

    Sebagai seorang muslim, waktu adzan shalat subuh menjadi pertanda kita untuk segera bangun dari peraduan. Bangkit dan berjalan mengambil air wudhu. Lalu menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat subuh secara berjamaah. Seperti ini mestinya menjadi rutinitas yang selalu dikerjakan tiap hari. Selama hayat dikandung badan maka tidak selayaknya hal itu ditinggalkan. Akan lebih baik lagi bila sebelum waktu datangnya shalat subuh sudah bangun tidur. Memulai aktivitas dengan shalat malam terlebih dahulu. Semakin mantaplah hidup kita.

    Kembali kepada fokus pembahasan kita yakni tentang bacaan yang ada di dalam ibadah shalat. Memang banyak sekali macamnya. Akan tetapi pada kesempatan yang baik ini kami bahas salah satunya saja. Kita akan membahas tentang bacaan doa i'tidal di dalam shalat secara lengkap baik itu tulisan arabnya, latinnya, dan juga terjemahannya di dalam bahasa Indonesia. Ketika kita sudah selesai dari ruku' maka kita bangkit berdiri secara sempurna. Itulah yang dinamakan i'tidal. Nah, saat i'tidal itu kita membaca suatu lafazh. Mengenai bacaanya ada beberapa macam. Ada lebih dari satu yang jelas. Berikut adalah beberapa macam doa saat itidal tersebut.

    BACAAN I'TIDAL YANG PERTAMA

    Latinnya :
    RABBANAA LAKAL HAMDU
    Artinya :
    Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

    BACAAN I'TIDAL YANG KEDUA

    Latinnya :
    RABBANAA WA LAKAL HAMDU
    Artinya :
    Wahai Tuhan kami, dan bagi-Mu lah segala pujian.

    BACAAN I'TIDAL YANG KETIGA

    Latinnya :
    ALLAAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMDU
    Artinya :
    Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.

    BACAAN I'TIDAL YANG KEEMPAT

    Latinnya :
    ALLAAHUMMA RABBANAA WA LAKAL HAMDU
    Artinya :
    Ya Allah, ya Tuhan kami, dan bagi-Mu segala puji.

    BACAAN I'TIDAL YANG KELIMA

    Latinnya :
    RABBANAA WA LAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIH.
    Artinya :
    Ya Tuhan kami, dan bagi-Mu segala puji, dengan pujian yang banyak, yang baik, yang ada barakah di dalamnya.

    BACAAN I'TIDAL YANG KEENAM


    Latinnya :
    RABBANAA LAKAL HAMDU MIL 'AS SAMAAWATI WA MIL 'AL ARDHI WA MIL 'AMAASYI'TA MIN SYAI'IN BA'D.
    Artinya :
    " Wahai tuhan kami, hanya untuk-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudahnya."

    Adanya macam-macam lafazh doa tersebut menjadikan kita punya pilihan yang banyak. Kita boleh membaca salah satu diantaranya. Di saat sembari berdiri kita pun membaca bacaan :

    Latinnya :
    SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH
    Artinya :
    "Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya."

    Di dalam shalat berjamaah maka biasanya sang imam mengeraskannya. Sehingga para makmum dapat mendengarnya dengan jelas lafazh itu. Dari arti bacaan doa i'tidal di atas sangatlah jelas bahwasannya kita sebagai seorang hamba hendaknya mengagungkan dan banyak memuji kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala. Inilah pentingnya mempelajari arti dari bacaan shalat. Apa jadinya bila kita tidak tahu artinya. Sekedar mengucapkannya saja tentu banyak yang bisa dan telah melakukannya. Namun, tatkala ditanya apa artinya bacaan yang dibaca itu. Maka tidak sedikit yang belum tahu sama sekali. Inilah pentingnya belajar tentang suatu ilmu. Kita akan memperoleh manfaat dan hikmah yang banyak sekali. Saat kita sudah tahu akan artik dari suatu bacaan shalat. Dalam hal ini adalah doa saat i'tidal itu. Maka untuk menjadikan shalat lebih khusyuk pun akan lebih mudah. Saat shalat kita sudah khusyuk maka kualitas kehidupan juga akan semakin baik. Sedang di akhirat nanti pun masalah shalat juga akan menjadi pertanyaan yang utama. Semoga kita dimudahkan untuk bisa menjalan shalat dengan sebaik-baiknya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/12/doa-bacaan-itidal-lengkap-latin-artinya.html



  • Doa Sebelum Berhubungan Badan Suami Istri Sesuai Sunah

    doa

    Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bertemu kembali dengan kami pada hari ini. Kali ini kita akan membahas doa sebelum berhubungan badan suami istri sesuai sunah dengan dilengkapi latin serta artinya tentu. Para pembaca yang berbahagia. Sudah menjadi sunatullah bahwa seorang wanita menyukai laki-laki. Demikian sebaliknya, seorang laki-laki pun menyukai seorang wanita. Sesuatu yang menjadi fitrahnya manusia di muka bumi ini. Tidak memandang siapa pun dia pasti seperti itu. Ada kecenderungan mencintai lawan jenisnya.

    Agama Islam yang mulia ini memberikan jalan sesuai syariat tentang masalah itu. Mereka yang saling mencintai itu diberikan jalan yang selamat. Tidak lain dan tidak bukan yakni dengan melangsungkan pernikahan yang sah. Di dalam pernikahan yang terpenuhi syarat maupun rukunnya. Dengan cara menikah seperti itu maka akan selamatlah manusia dari fitnah. Tidak akan timbul hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kala seorang menikah maka pada hakikatnya ia sebetulnya telah melakukan ibadah. Tentu saja hal itu pun hendaknya diniatkan juga oleh kedua mempelai. Baik itu calon suami maupun calon istri.

    Ketika seorang telah menikah maka hal-hal yang sebelumnya diharamkan berubah menjadi halal. Sebab status antara laki-laki dan perempuan itu sudah berbeda dari sebelumnya. Setelah selesai akad nikah maka sang laki-laki telah resmi menjadi seorang suami. Demikian juga seorang perempuan sudah resmi pula menjadi seorang istri. Maka mereka pun telah dibolehkan untuk melakukan hal-hal layaknya seorang suami dan istri pada umumnya. Misalnya saja sesudah menjadi suami maka laki-laki bisa mencium istrinya. Padahal, hal ini dilarang oleh agama saat keduanya belum melakukan pernikahan. Satu hal yang menjadi lazimnya seorang suami dan istri ialah melakukan hubungan intim atau jima'. Melakukan jima' ini merupakan bagian dari ibadah yang berpahala. Hal itu sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 223 yang artinya :
    Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.

    Melakukan hubungan badan atau bersetubuh antara seorang suami dan istri bukan hanya sekedar kesenangan saja. Tetapi ada hal yang lebih dari itu. Melakukannya akan mendapatkan pahala dari sisi-Nya. Hal itu lantaran melakukannya termasuk bagian dari ibadah. Akan tetapi, kita pun tidak hanya asal melakukan hubungan intim saja. Perlu juga untuk memperhatikan dengan baik tentang adab-adabnya yang cukup penting untuk disimak. Salah satunya dengan membaca doa sebelum berhubungan suami istri sesuai sunah. Lafazh doanya yakni
    Doa Sebelum Berhubungan Badan Suami Istri Sesuai Sunah

    Latinnya :
    BISMILLAHI ALLAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA.
    Artinya :
    Ya Allah! Jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.

    Doa ini bersumber dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Doa ini sangatlah pendek sehingga amat mudah untuk dihafalkan. Khususnya bagi yang telah menikah maka harus bisa menghafalkannya. Tetapi bagi mereka yang belum menikah maka sangatlah baik bila mulai sekarang mempelajarinya sehingga nanti di kala malam pertama sebagai pengantin baru maka sesudah menikah tinggal melafazhkannya. Jadi tidak menghafalkan lagi. Adab membaca doa seperti ini tidaklah boleh untuk ditinggalkan. Ini hal yang penting. Keutamaan bagi orang yang membaca doa di atas kala sebelum melakukan jima atau hubungan badan yakni anak yang dihasilkan dari hubungan tersebut akan dilindungi dari gangguan setan. Luar biasa ternyata fadilahnya. Biasanya orang itu kalau dalam perasaan senang itu kadang mudah lupa. Nah, inilah yang perlu dijaga ingatan kita kala mau berhubungan badan. Tidak sampai lupa untuk berdoa. Demikian semoga pembahasan sedikit ini menambah pundi amal-amal kebaikan untuk kami dan para pembaca yang berbahagia. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.




  • Doa Keluar WC Lengkap Arab Latin dan Artinya

    doa

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Berdoa itu amat penting. Termasuk ketika kita memasuki yang namanya tempat pembuangan kotoran manusia. Sepanjang rumah yang ada di sekitar kita pada umumya memiliki tempat buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Orang sering menyebutnya dengan WC atau toilet. Sudah jarang sekali untuk saat ini orang yang menggunakan WC umum. Dahulu, sekitar 30 tahunan yang lalu WC atau toilet ini letaknya tidak bergandeng menjadi satu dengan rumah. Akan tetapi, terpisah dari rumah seseorang. Bisa dengan jarak yang dekat atau ada pula yang lumayan jauh. Tetapi kini hal itu sudah tidak mudah untuk ditemui. Artinya WC kini posisinya sudah menjadi satu dengan rumah. Bentuk fisik bangunan toilet ini pun sekarang sudah jauh berbeda dengan di zaman dahulu. Lantai dan dindingnya sudah berkeramik yang mengkilat. Sangat bersih dilihat. Bahkan meski berkeramik tetapi lantainya tidaklah licin sehingga dikhawatirkan akan membuat orang terpeleset. Kalau kita ingat zaman dulu, di dalam toilet atau WC masih ada bau yang sangat tidak sedap. Kini sudah tidak dijumpai bau yang tak sedap itu. Bahkan di dalam WC malah berbau wangi karena diberi kapur barus atau wewangian lainnya.

    Ada satu hal yang penting untuk dilakukan dalam hal masalah WC ini. Yakni mengamalkan adab-adab terpenting di kala keluar dari WC atau kamar kecil. Diantara adab yang penting itu ialah membaca doa. Memang dari kita membuka mata di pagi hari alias bangun tidur hingga kita akan tidur lagi di malam hari. Ada banyak sekali ibadah yang mesti dilakukan. Terdapat yang wajib maupun yang disunahkan. Semuanya penting sekali untuk kita perhatikan. Salah satu jenis ibadah itu ialah membaca doa keluar wc secara baik. Kala memasukinya enam kali dalam sehari semalam maka kita pun dianjurkan membacanya sejumlah itu. Tidak bisa dibaca sekali lalu sudah mencukupi selama sehari semalam. Perlu dibaca tiap kali kita keluar dari WC atau toilet. Mengenai lafazh doanya ialah:

    Latinnya :
    ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA 'ANNIL ADZAA WA 'AAFAANII.
    Artinya :
    Segala puji milik Allah yang telah menghilangkan dariku kotoran/ penyakit dari badanku dan yang telah menyehatkanku.

    Doanya tidaklah panjang alias pendek. Sangatlah mudah untuk dihafal oleh siapa saja. Kita bisa memahami makna yang terdapat di dalam doa di atas. Selain menghafal lafazhnya. Kita pun hendaknya memahami makna yang ada dalam doa tersebut. Mesti kita tahu artinya. Karena dengan mengetahui arti atau terjemahannya maka saat membacanya nanti akan lebih khusyu. Di dalam doa tersebut kita memuji kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala. Kita juga mensyukuri atas nikmat Allah dengan bisa melakukan buang air besar atau buang air kecil dengan lancar tanpa ada kesulitan apa pun. Bisa melakukan hal itu merupakan nikmat kesehatan yang luar biasa besar. Keluarnya kotoran dari dalam tubuh merupakan bentuk dari hilangnya sumber penyakit. Sebab bila kotoran itu tidak bisa keluar dari tubuh maka bisa menjadi sumber munculnya penyakit. Tentu semua orang tidak ada yang menginginkan hal itu. Sangatlah penting yang namanya sehat itu. Maka wajiblah setiap kita untuk mensyukurinya. Yang perlu kita garis bawahi bahwasannya nikmat sehat itu adalah pemberian dari Allah. Semoga doa yang sederhana ini bisa menambah ilmu bermanfaat bagi para pembaca semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/02/doa-keluar-wc-lengkap-arab-arti-latin-keutamaannya.html



  • Hukum Tajwid Surat Al-Isra Ayat 32 Dilengkapi Alasannya

    Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar hari teman-teman semuanya? Semoga selalu dalam kebaikan dan kesehatan. Kali ini saya mau berbagi tentang hukum tajwid surat Al-Isra ayat 32. Tidak hanya hukumnya saja. Tetapi kami akan menjelaskan secara detail alasannya. Baiklah kita sebaiknya langsung saja simak uraian tajwidnya berikut ini.

    Tajwid Surat Al-Isra Ayat 32

    Penjelasan secara lengkap bisa kita simak di bawah ini:
    a. Dinamakan mad asli atau sering pula disebut mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
    b. Hukumnya qalqalah sughra karena huruf qalqalah yaitu qaf' berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Sehingga cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    c. Hukum tajwidnya ialah alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zai. Dibaca idgham atau masuk ke huruf zai.
    d. Mad jaiz munfasil hukumnya karena karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Sehingga cara membaca dipanjangkan sampai 2, 4 atau 5 harakat.
    e. Hukum tajwidnya mad shilah qashirah disebabkan huruf ha (kata ganti/ dhamir) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
    f. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Maka cara membacanya panjang 2 harakat.
    g. Ini hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, hamzah, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    h. Hukumnya idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Untuk cara membacanya masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    i. Dalam hal ini hukumnya mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    j. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf ba berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Sehingga cara membacanya panjang 2 harakat.
    k. Yang terakhir adalah mad 'iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya adalah dengan tanwin dihilangkan dan dibaca panjang 2 harakat.

    Demikian selesailah kita membahas analisis tajwid dari Al-Quran Surat Al-Isra ayat 32. Kita mesti sering-sering membaca Al-Quran karena ini adalah firman Allah subhanahu wa ta'ala. Tiap hari kita usahakan ada waktu khusus untuk membaca Al-Quran ini. Baiklah, sampai di sini dahulu. Semoga teman-teman dapat terbantu dengan artikel kami tentang analisis tajwid ini. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.



  • Tidak Lupa Membaca Doa Bepergian

    doa

    Pada beberapa hari yang lalu, saya bersilaturahim ke tempat kakek di luar kota. Perjalanan menuju ke rumah kakek memang butuh waktu yang amat lama. Hampir sembilan jam dihabiskan di dalam jalan raya. Itu pun belum termasuk kalau nanti berhenti mau melaksanakan shalat wajib lima waktu dan istirahat untuk sementara waktu. Setiap waktu shalat tiba maka bergegas kami mencari masjid yang terletak dekat dengan jalan raya. Terutama pula masjid yang ada tempat parkirnya. Syukur luas tempat parkirnya. Sehingga kami tidak khawatir untuk memarkir mobil di pinggir jalan. Takut kalau mengganggu pengguna jalan lainnya. Masjid yang ada toilet bersih lebih disukai oleh kami. Walau bagaimana pun juga, orang yang mampir ke masjid tidak semata-mata hanya shalat wajib saja. Tetapi sering pula memanfaatkan kamar kecil atau toilet masjid tersebut.

    Belum lagi ketika harus mampir ke rumah makan untuk mengisi perut yang memang mudah lapar ketika melakukan perjalanan. Terutama orang yang menjadi sopir kendaraan. Harus diperhatikan betul makan minumnya. Saat itu yang menjadi sopir adalah ayah. Kalau ayah terlalu lelah maka paman yang menggantikannya. Kebetulan paman juga ikut bersama rombongan satu mobil dengan kami sekeluarga. Kami yang menjadi penumpang saja juga mudah lapar apalagi orang yang menjadi sopir. Mengapa tidak membawa makan nasi dan lauk dari rumah? Karena sudah sering kali dalam melakukan bepergian kami mencoba bawa bekal nasi dan lauk dari rumah. Sudah dipersiapkan dengan lauk pilihan. Tetapi malah malas untuk menikmatinya. Entah kenapa. Tapi yang sering dijadikan alasan tidak mau makan bekal dari rumah yakni jika di dalam perjalanan itu makannya pingin yang mesti panas dan segar. Ada kuahnya. Misalnya menu bakso panas, soto panas, dan sejenisnya. Menu yang seperti itulah yang dijadikan idola.

    Kalau minuman air putih biasa telah disediakan dari rumah. Membawa dari rumah lebih disukai dari pada harus membeli di toko atau minimarket. Untuk minuman tidaklah menjadi masalah. Artinya bawa dari rumah pun tetap diminum sampai habis. Bahkan malah sering kurang. Akhirnya harus membeli air mineral. Tidak masalah mengeluarkan uang, yang penting perjalanan tetap menyenangkan. Bila hendak ingin minum teh manis atau kopi panas maka mesti beli saat mampir untuk beli makan itu.

    Jauhnya jarak perjalanan tidak menjadikan terlalu lelah bagi kami. Di sekitar jalan yang dilalui kami bisa melihat suasana pemandangan yang beraneka ragam. Tentu saja banyak yang menyenangkan. Saat melalui jalan raya yang di kiri kanannya ada banyak sawah maka kami bisa melihat sibuknya para petani menggarap lahan sawahnya. Ada yang sedang menanam padi. Yang baru mencangkul sawahnya juga ada. Petani yang sedang membajak sawahnya pun banyak dilihat. Terdapat pula pak petani dan ibu petani sedang asyik menikmati hidangan makan siang. Sungguh nikmat melihat suasana seperti itu. Tidak bisa kami temui tiap hari bahkan tiap pekan di lingkungan rumah tempat tinggal karena memang rumah kami ada di perkotaan besar. Kami pun melewati jalan yang naik turun bukit. Meski kadang agak menakutkan karena ada jurang di samping jalan tersebut. Namun, ada juga pemandangan yang elok pada saat itu. Di bukit kita bisa melihat pemandangan yang indah. Dataran rendah dan lembah yang membentang bisa disaksikan dengan jelasnya. Tidak sedikit mobil-mobil pribadi yang menghentikan kendaraannya. Parkir di pinggir jalan pada perbukitan tersebut. Mereka memilih lokasi yang dipastikan bisa melihat suasana pemandangan yang indah menawan. Alangkah indahnya jika melihat permandangan itu ketika matahari sudah terbenam sempurna alias sudah masuk malam hari. Gemerlap lampu yang berwarna warni akan menjadikan malas untuk meninggalkan tempat di atas bukit itu tentunya. Tetapi kami tidak mengambil opsi untuk berhenti di bukit. Sekedar lewat dan melihat lewat kaca mobil saja rasanya sudah cukup.

    Pada waktu pagi hari sekitar pukul tiga kami sampai di tujuan. Sebelumnya kami memang sudah menelpon kakek terlebih dahulu. Bahwasannya besok akan berkunjung ke rumah beliau. Lewat telepon, kakek mengungkapkan rasa gembiranya. Kegembiraan kakek semakin meluap ketika kami datang. Kakek pun sudah menyiapkan snak ringan dan teh manis panas untuk kami. Selanjutnya, kami diajak untuk shalat subuh berjamaah di masjid. Setelah pulang dari masjid. Kami pun berbincang-bincang dengan kakek. Banyak hal yang dibicarakan. Misalnya saja tentang cerita selama perjalanan. Juga kakek bertanya kepada kami. Apakah tadi saat berangkat sudah membaca doa bepergian seperti di bawah ini.

    doa bepergian

    Latinnya :
    ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR {SUBHANALLADZII SAKH KHARALAHAA HADZAA WA MAAKUNNAA LAHU MUQRINIIN WA INNAA ILA RABBINAA LAMUNQALIBUUN}. ALLAHUMMA INNAANAS ALUKA FII SAFARINAA HADZAL BIRRA WAT TAQWA WA MINAL 'AMALI MAA TARDHA. ALLAHUMMA HAWWIN 'ALAINAA SAFARANAA HADZAA WATH WI 'ANNAA BU'DAHU. ALLAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIFATU FIL AHLI, ALLAHUMMA INNII A'UDZUBIKA MIN WA'TSA ISSAFARI WA KAABATIL MANZHARI WA SUU IL MUNWALABI FIL MAALI WAL AHLI.
    Artinya :
    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.

    Kami pun menjawab tidak lupa. Tetap kami membacanya. Kami selalu mengharap pertolongan dari-Nya, Sehingga perjalanan kami selamat sampai tujuan dan tidak kurang suatu apa pun.Di dalam doa tersebut terdapat latin dan juga artinya. Saya sangat memahami atas pertanyaan kakek. Sebab ia sering mengingatkan kami sekeluarga untuk tidak lupa beribadah dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk ketika melakukan perjalanan pun diingatkan untuk selalu berdoa. Terima kasih kakek. Semoga beliau selalu sehat dan bertambah kebaikannnya.



  • Doa Bangun Tidur Yang Lengkap Dengan Artinya

    doa

    Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada kesempatan yang agak luang ini kami akan membahas mengenai doa bangun tidur. Mengapa hal ini kita bahas. Sebab sangatlah penting tentunya. Bayangkan saja pada diri teman-teman sekalian. Keadaan tiap kita pasti mengalami yang namanya tidur ini. Setiap hari mungkin bisa lebih dari sekali. Karena mungkin terlalu capek badannya atau karena lagi kurang sehat. Tetapi memang pada malam harilah waktu yang paling utama untuk tidur. Durasi tidur yang paling lama adalah di malam hari. Bila di siang hari mungkin tidaklah terlalu lama tidurnya. Hanya sekedar merebahkan badan untuk beberapa menit saja. Sembari mengisi waktu istirahat. Setelah selesai makan siang.

    Tidur memang menjadi rutinitas tiap manusia. Di belahan benua mana pun manusianya pasti tidur pada tiap hari. Di negara mana saja pasti penduduknya juga tidur untuk sebagian waktu hidupnya. Termasuk berbagai tingkatan usia dari manusia pun juga pasti tidur dalam kesehariannya. Maksud tingkat usia ini maksudnya dari bayi, batita, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, hingga orang yang berusia lanjut. Bahkan untuk bayi memiliki durasi tidur lebih lama dibanding tingkatan usia yang lain. Bayi umumnya menghabiskan waktu kurang lebih enam belas sampai tujuh belas jam dalam sehari semalam. Hampir tujuh puluh lima persen hidupnya dalam dua puluh empat jam digunakan untuk tidur. Tapi adalah bayi yang masih amat kecil. Kemudian untuk anak-anak dalam usia tujuh sampai sebelas tahun umumnya tidurnya sembilan jam dalam sehari semalam. Bagi remaja dan orang dewasa, durasi tidurnya akan jauh lebih sedikit. Pada umumnya dalam waktu dua puluh empat jam mereka tidur antara tujuh sampai delapan jam. Demikian juga pada orang-orang yang sudah berusia senja.

    Siapa pun kita saat ini. Baik itu anak-anak, remaja, atau orang dewasa pasti juga tidur dalam kesehariannya. Yang perlu menjadi perhatian adalah hakikat hidup manusia itu sebetulnya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana pada firman Allah dalam Surat Az-Zariyat ayat 56 yang artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Ayat ini sudah sangat terkenal di kalangan kaum muslimin. Khususnya bila dalam pembahasan tujuan diciptakannya manusia di dunia ini. Dari ayat sangat jelas bahwa kita manusia ini hendaknya beribadah. Segala aktivitas hidup tidak bisa lepas dari ibadah. Termasuk pula dalam masalah tidur ini.

    Mau tidak mau, kita diperintahkan untuk menjadikan tidur menjadi bermakna. Tidur yang ada nilai pahalanya. Bila saat ini kita menjadi orang dewasa dengan tidur rata-rata dalam sehari semalam delapan jam. Kemudian usia kita sudah empat puluh tahun. Maka kalau kita hitung rata-rata jumlah lamanya tidur maka menjadi banyak sekali ternyata. Dalam satu tahun kita bulatkan saja harinya menjadi tiga ratus enam puluh. Tinggal dikalikan selama empat puluh tahun maka akhirnya ketemu empat belas ribu empat ratus hari. Bila dalam sehari tidur rata-rata delapan jam maka jumlah lama tidur kita adalah seratus lima belas ribu dua ratus jam. Luar bisa lama juga ternyata. Dari waktu tersebut yang amat lama itu, alangkah ruginya bila sama sekali tidak bernilai ibadah.

    Agar tidur kita bernilai ibadah maka perlu memperbaiki niat. Kita niatkan tidur malam atau siang kita ini dalam rangka beristirahat. Agar dengan istirahat yang cukup itu hak badan terpenuhi. Sehingga setelah bangunnya nanti tubuh menjadi kuat dan segar kembali. Segala tugas dan kewajiban kita pun akan lancar dilaksanakan mana kala badan sehat dan bugar. Bisa melakukan shalat berjamaah ke masjid dengan lancar. Bisa bekerja untuk menafkahi keluarga dengan baik. Bisa melakukan bakti kepada kedua orang tua tanpa halangan berarti. Dan masih banyak lagi manfaat bila tubuh kita sehat dan kuat. Memang bila kita bangun tidur maka rasa lelah badan bisa terobati. Di siang hari saja misalnya. Tatkala bisa tidur dalam beberapa menit saja maka rasa badan ini akan kembali segar bugar. Di samping hati meniatkan tidur itu menjadi ibadah maka kita pun juga perlu memperhatikan adab-adab tidur sesuai sunah. Dalam hal ini, bila kita bangun tidur maka alangkah bagusnya untuk tidak melupakan membaca doa bangun tidur yang lafazhnya seperti di bawah ini.
    doa bangun tidur
    Latinnya :
    ALHAMDU LILLAAHILLADZII AHYAANAA BA'DAMAA AMAATANAA WA ILAIHINNUSYUUR.
    Artinya :
    "Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan."
    Doa seperti ini sumbernya dari hadits riwayat Bukhari.

    atau kita bisa membaca doa seperti berikut ini:

    doa bangun tidur singkat
    Latinnya :
    ALHAMDU LILLAHILLADZI 'AAFAANII FII JASADII, WA RADDA ALAYYA RUHII, WA ADZINA LII BI DZIKRIH.
    Artinya :
    " Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya."

    Banyak pelajaran yang kita peroleh dari tidur ini. Jadi, waktu tidur ini sebetulnya adalah bagian dari rahmat Allah subhanahu wa ta'ala. Ini merupakan bagian nikmat dari-Nya. Kita sebagai manusia hendaknya mensyukuri nikmat tersebut. Orang yang bersyukur tentu akan ditambah lagi nikmatnya. Barangkali karena sudah menjadi kebiasaan maka ada orang yang menganggap tidur itu adalah hal yang lumrah atau biasa saja dalam hidup ini. Ia mungkin belum mengetahui kenyataan di luar sana. Terdapat banyak orang yang sedang diuji dengan sakit. Untuk tidur saja sulit dilakukan. Apalagi sampai bisa tidur nyenyak. Ada pula orang yang memang bermasalah dalam tidurnya. Sulit untuk bisa tidur meskipun sudah larut malam. Semoga kita selalu mudah mensyukuri nikmat. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
    https://poskajian.blogspot.com/2019/03/doa-bangun-tidur-lengkap-latin-artinya.html



  • Macam-Macam Doa Ziarah Kubur Lengkap Latin Serta Artinya

    doa

    Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pagi hari memang udara masih amat segar. Sangat enak dan bagus untuk dihirup oleh kita semua. Pada waktu pagi sehabis kita melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid kita memang merasakan kondisi udara yang amat bersih. Enak pula kondisi suhu dan suasananya. Di waktu pagi hari memang kita belum banyak menemui banyaknya polusi udara. Belum banyak aktivitas manusia. Kebanyakan masih di rumah untuk melakukan persiapan untuk kegiatan keseharian.

    Teman-teman di rumah juga tentunya di waktu pagi sangat sibuk dengan persiapan untuk aktivitas dalam sehari itu. Terkadang memang ada pula hari-hari yang santai. Misalnya di hari libur sekolah atau libur kerja. Di waktu pagi bisa diisi dengan jalan-jalan pagi dan lari-lari kecil. Bisa pula dengan bersepeda santai mengelilingi kota atau kampung. Begitu nikmat rasanya. Di saat menjelang siang, kita bisa mengisi liburan dengan melakukan rekreasi atau wisata. Terlalu banyak destinasi atau tujuan wisata yang ada di wilayah nusantara. Kita bisa pilih yang paling di suka. Misalnya saja yang suka wisata di pantai maka tinggal kita pilih pantai-pantai yang terkenal. Contohnya saja Pantai Parangtritis di Yogyakarta, Pantai Nihiwatu di Sumba, Pantai Sawarna di Banten, Pantai Pink di Lombok, Pantai Derawan di Kalimantan Timur, dan sebagainya. Bisa pula berwisata ke pegunungan-pegunungan. Seperti Gunung Bromo, Danau Toba, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Rinjani, dan lain-lain. Bisa pula melakukan wisata kuliner yang murah dan lezat rasanya.

    Itulah beberapa kesibukan dan kesenangan yang bisa kita lakukan di dunia ini. Namun, sebagai muslim perlu pula ingat akan firman Allah di dalam Al-Quran Surat Ali-Imran ayat 185 yang artinya, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya ". Dari ayat tersebut Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa setiap makhluk yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. Dengan kematian itu maka selesailah kehidupan di alam dunia. Episode kehidupan manusia di dunia telah selesai. Bersamaan dengan selesainya itu maka setiap manusia tidak akan bisa lagi menikmati segala hal yang menyenangkan dalam hidupnya. Kematian memang menjadi pemutus kenikmatan hidup di dunia. Orang yang sudah meninggal sudah tidak bisa lagi bisa melakukan apa pun. Sekedar menggerakkan jari tangannya saja sudah bisa. Jangankan jari tangan, mengedipkan mata pun tidak akan mampu. Seluruh organ di dalam tubuh berhenti. Jantung sudah tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Demikian paru-paru sudah tidak bisa melakukan proses pernapasan. Jasad manusia akan segera rusak. Manusia setelah mati maka akan segera dikuburkan.

    Memperhatikan hal tersebut, bahwa manusia itu akhirnya akan meninggalkan dunia yang fana ini maka hal ini tentu menjadi renungan bagi kita semua. Hanya persoalan waktunya saja yang tidak kita ketahui kapan tibanya. Berbagai kesibukan dan aktivitas sehar-hari mengisi kehidupan manusia. Misalnya saja pekerjaan. Terkadang sampai larut malam pun ada yang masih menyelesaikan tugas pekerjaanya. Hari libur yang umumnya dipakai untuk beristirahat pun malah kadang digunakan untuk lembur di kantor. Bahkan saat makan siang pun dibarengi dengan menelpon konsumen. Inilah sedikit gambaran kesibukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Yang menjadi masalah adalah terkadang segala kesibukan sehari-hari sampai melupakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Kesibukan itu juga sampai melupakan sesuatu yang penting yakni kematian. Padahal, tatkala setiap orang itu ingat akan mati maka secara otomatis sikap dan perilakunya akan lebih terkontrol. Ia lebih bisa mengendalikan dirinya. Lebih dari itu ia akan rajin dalam beribadah kepadaNya.

    Salah satu cara untuk menjadikan seseorang mudah untuk ingat akan kematian yakni dengan melakukan ziarah ke makam atau kuburan. Di pemakaman seorang akan melihat begitu banyak kuburan orang-orang yang sudah meninggal dunia. Dengan begitu orang tersebut secara langsung diingatkan bahwa ia pun suatu saat akan menjadi penghuni kuburan tersebut. Kala kita melakukan ziarah ke pekuburan atau makam, ada adab-adab yang mestinya dilakukan. Adab tersebut terutama membaca doa ziarah kubur tiap kali melakukannya. Mengenai macam-macam lafazhnya adalah:

    DOA YANG PERTAMA
    doa ziarah kubur
    Latinnya :
    ASSALAAMU 'ALAIKUM DAARA QAUMIN MU’MINIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU BIKUM LAA HIQUUN.
    Artinya :
    "Semoga keselamatan atas kamu sekalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mukmin dan insya Allah kami pun akan menyusul kalian".
    Doa ini bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

    DOA YANG KEDUA
    doa ziarah kubur
    Latinnya :
    ASSALAMU 'ALAIKUM AHLAD DIYAAR MINAL MU'MINIINA WAL MUSLIMIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU LA LAAHIQUUNA, AS ALULLAAHA LANAA WA LAKUMUL 'AAFIYAH.
    Artinya :
    "Semoga keselamatan atas penghuni kubur ini dari orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami insya Allah akan menyusul, aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian ".

    DOA YANG KETIGA
    doa ziarah kubur
    Latinnya :
    ASSALAMU 'ALAA AHLID DIYAAR MINAL MU'MINIINA WAL MUSLIMIINA, WA INNAA INSYAA ALLAAHU LA LAAHIQUUNA, AS ALULLAAHA LANAA WA LAKUMUL 'AAFIYAH.
    Artinya :
    "Semoga keselamatan atas penghuni kubur ini dari orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami insya Allah akan menyusul, aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian".

    Kita bisa membaca diantara tiga bacaan doa di atas. Semoga kajian kali ini memberi manfaat untuk para pembaca semuanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.



  • Doa Sesudah Wudhu Yang Benar Lengkap Latin dan Artinya

    doa

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sangat gembiranya hari ini. Dapat bangun dari tidur dengan sehat tanpa kurang dari suatu apa pun. Terdengar suara adzan berkumandang dari masjid di dekat rumah. Mengajak untuk segera bangun dan melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yakni shalat subuh. Bagi laki-laki sangat ditekankan untuk mendirikan shalat wajib yang lima waktu itu dilakukan di dalam masjid. Termasuk shalat subuh tersebut. Waktu pelaksanaannya memang sangat pagi sekali. Tepatnya pada waktu terbitnya fajar sampai matahari terbit. Di mana saat itu adalah waktu dimana banyak orang berada pada akhir tidur malam. Begitu lelahnya melakukan aktivitas di siang hari sehingga pada malamnya terlelap tidur dengan pulasnya. Akan tetapi, ketika sudah masuk waktu subuh maka ada sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Yakni bangun untuk menjalankan ibadah shalat subuh. Hal itu dilakukan pada setiap hari secara rutin.

    Manusia hidup di dunia ini memang memiliki tugas utama. Tugas tersebut yakni beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56, yang artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Hanya saja untuk arti ibadah ini amat luas. Pada hari ini yang akan kami bahas tidaklah semuanya. Sebagaimana kami tuliskan di depan. Setiap pagi kita melakukan shalat subuh. Itu juga bagian ibadah yang sangat penting. Bahkan shalat wajib seperti shalat subuh, shalat dhuhur, shalat asar, shalat maghrib, dan shalat isya itu adalah rukun Islam yang kedua setelah syahadat.

    Berkenaan tentang shalat ini ada dua macam. Pertama shalat wajib dan yang kedua adalah shalat sunah. Dalil tentang kewajiban shalat terdapat di dalam Al-Quran yakni Surat Thaha ayat 14 yang artinya : Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. Juga terdapat di dalam Surat An-Nisa ayat 103 yang artinya : Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Untuk shalat sunah ada banyak macamnya. Ada shalat sunah qabliyah dan ba'diyah yaitu shalat yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat wajib. Hanya saja tidak ada shalat sunah ba'diyah asar dan subuh. Terdapat juga shalat sunah dhuha, shalat istikharah, shalat istisqa, shalat khusuf, dan lain-lain. Shalat sunah memang tidak wajib untuk dikerjakan tetapi bila kita laksanakan maka kita akan mendapat pahala yang banyak. Seorang muslim yang baik tentunya juga suka akan amalan shalat sunah ini.

    Nah, ada satu amalan ibadah lagi yang penting dan berkaitan dengan shalat. Amalan tersebut adalah wudhu. Baik itu saat hendak mengerjakan shalat wajib maupun sunah. Setiap orang yang hendak menjalankan shalat maka wajib baginya untuk melakukan wudhu terlebih dahulu. Bila tidak melakukan wudhu maka shalatnya menjadi tidak sah. Wudhu itu termasuk bagian dari thaharah atau bersuci. Ada tata caranya tersendiri. Secara garis besar tata cara wudhu itu sesuai dengan Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

    Melakukan wudhu disyariatkan dalam agama. Media untuk melakukan wudhu adalah air yang bersih. Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan air. Orang yang hidup di dunia ini tidak ada yang tak membutuhkan air. Semua sangat memerlukannya. Tidak hanya untuk berwudhu saja. Bahkan air adalah barang kebutuhan yang sangat pokok. Seorang pasti butuh minum. Airlah yang dipakai untuk minum. Untuk kebutuhan masak memasak pun juga butuh air. Jadi, akhirnya untuk makan setiap hari pun ternyata perlu air. Di musim penghujan memang mudah sekali kita mendapatkan air. Jumlah air begitu melimpah banyaknya. Kita bisa menggunakan air untuk berbagai hal tanpa harus menimba dari sumur atau mengeluarkan uang untuk membeli. Berbeda ketika kita berada di musim kemarau panjang. Jumlah air sangat terbatas jumlahnya.

    Tatkala jumlah air melimpah, kita berwudhu pun tetap harus berhemat. Tidak diperkenankan untuk bersikap boros dan membuang air begitu saja. Kita mesti mensyukuri keberadaan air itu. Karena dengannya kita bisa melakukan ibadah berwudhu ini. Dalam berwudhu tidak hanya gerakan saja yang perlu kita ketahui. Kita juga perlu mengetahui bacaan yang ada di dalamnya. Bacaan itu yakni doa sesudah wudhu. Bacaan doa ini dilafazhkan ketika kita sudah menyelesaikan semua gerakan wudhu dengan baik. Lafazhnya adalah
    doa sesudah wudhu yang benar lengkap
    Latinnya :
    ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAAHU WAHDAHULAA SYARIIKALAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUH.
    Yang artinya :
    Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

    Doanya sangatlah singkat sehingga mudah sekali dihafalkan. Yang terpenting ialah kita tidak lupa untuk membacanya saat setelah wudhu. Bila kita dalam sehari semalam melakukan wudhu selama lima kali maka kita pun membacanya selama itu pula. Sampai di sini semoga artikel ini memberi manfaat kepada para pembaca yang berbahagia. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
    https://poskajian.blogspot.com/2018/03/doa-sebelum-dan-sesudah-wudhu-lengkap-latin-artinya.html